Kapongan.desa.id – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kapongan menggelar kegiatan Musyawarah Dusun dan Serap Aspirasi Tahun 2027 yang berlangsung di Balai Desa Kapongan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran BPD, Kepala Desa Kapongan beserta perangkat desa, serta perwakilan dari masing-masing dusun yang menyampaikan berbagai usulan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat untuk Tahun Anggaran 2027.
Dalam forum tersebut, seluruh aspirasi dari setiap dusun dihimpun sebagai bahan penyusunan program pembangunan desa yang disesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia.
Kepala Desa Kapongan, Hendro Adi Suryono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa adanya pengurangan alokasi Dana Desa menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa dalam merealisasikan seluruh kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan penetapan skala prioritas agar program yang benar-benar mendesak dan bermanfaat bagi masyarakat tetap dapat terlaksana.
"Kami berharap seluruh masyarakat dapat memahami kondisi yang ada. Dengan anggaran yang berkurang, pemerintah desa bersama BPD akan berupaya semaksimal mungkin untuk memprioritaskan program-program yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang luas," ujar Hendro Adi Suryono.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Kapongan Dedy Suherman dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya sebagian sudah berhasil dilaksanakan. Namun, terdapat beberapa program yang belum dapat direalisasikan akibat adanya pengurangan anggaran.
Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan pemerintah desa dan BPD untuk melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan kegiatan dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan asas pemerataan pembangunan.
Melalui Musyawarah Dusun dan Serap Aspirasi ini, diharapkan seluruh usulan dari masyarakat dapat menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan Desa Kapongan ke depan. Semangat kebersamaan dan sinergi antara pemerintah desa, BPD, serta masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan anggaran.
"Meski anggaran berkurang, semangat membangun Desa Kapongan tidak boleh surut. Aspirasi masyarakat tetap menjadi prioritas dalam menentukan arah pembangunan desa," demikian menjadi semangat yang mengemuka dalam musyawarah tersebut.